

{"id":111,"date":"2021-04-27T09:20:22","date_gmt":"2021-04-27T09:20:22","guid":{"rendered":"https:\/\/candibinangunsid.slemankab.go.id\/first\/artikel\/45"},"modified":"2021-04-27T09:20:22","modified_gmt":"2021-04-27T09:20:22","slug":"profil-wilayah-kalurahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/candibinangunsid.slemankab.go.id\/home\/2021\/04\/27\/profil-wilayah-kalurahan\/","title":{"rendered":"Profil WIlayah Kalurahan"},"content":{"rendered":"<p><em>Desa Candibinangun merupakan salah satu&nbsp;Kalurahan yang berada di Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.<\/em><\/p>\n<p><strong>1. Kondisi Fisik<\/strong>&nbsp;<strong>Desa<\/strong><\/p>\n<p><strong>1.1 Letak Wilayah Desa<\/strong><\/p>\n<p><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/desacandibinangun.files.wordpress.com\/2020\/07\/whatsapp-image-2020-07-13-at-22.49.35.jpeg?w=409\" alt=\"Peta\" width=\"409\" height=\"578\" \/><\/strong><\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><figcaption>Peta Admistrasi Kalurahan Candibinangun<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"has-text-align-left\">Wilayah&nbsp;Kalurahan Candibinangun secara geografis berada di koordinat&nbsp; 07<sup>O<\/sup>36&rsquo;21.1&rdquo;LS &ndash; 07<sup>O<\/sup>40&rsquo;42.7&rdquo;LS dan 110<sup>O<\/sup>28&rsquo;51.4&rdquo;BT &ndash; 110<sup>O<\/sup>29&rsquo;27.7&rdquo;BT.&nbsp;Kalurahan Candibinangun memiliki lahan seluas 636 Ha yang diperuntukan sebagai bangunan umum, jalan, sawah dan ladang, permukiman, pekuburan, dan lain-lain (lapangan olah raga). Luas lahan yang diperuntukkan bangunan umum adalah seluas 1.5300 Ha, jalan sepanjang 21 km, sawah dan ladang seluas 435 Ha, permukiman seluas 97 Ha, pekuburan seluas 1.3650 Ha, dan peruntukkan lain-lain termasuk lapangan olahraga seluas 16.535 m<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p class=\"has-text-align-left\">Dilihat dari topografi, ketinggian wilayah Candibinangun berada pada 400 &ndash; 600 m ketinggian dari permukaan air laut dengan curah hujan rata-rata 1000-1500 mm\/tahun, serta suhu rata-rata per tahun adalah 18-24&deg; C.&nbsp;Kalurahan Candibinangun dilalui Sungai Trasi di sebelah timur dan Sungai Boyong di sebelah barat. Keberadaan sungai dengan air yang mengalir sepanjang tahun di&nbsp;Kalurahan Candibinangun tersebut membantu dalam menjaga kondisi permukaan air tanah.<\/p>\n<p>Kalurahan&nbsp;Candibinangun terdiri dari 12 padukuhan yang dapat dikelompokkan ke dalam 3 wilayah kluster, yaitu kluster I, kluster II, dan &nbsp;kluster III, &nbsp;digunakannya istilah kluster adalah untuk pembagian kelompok-kelompok padukuhan yang saling berdekatan, lebih untuk mempermudah pemerintahan desa dalam menjalankan kegiatan-kegiatan pemerintahan Kalurahan.<br \/>Keempat wilayah kluster tersebut, meliputi:<br \/>1. Wilayah kluster I<br \/>Terdiri atas 16 Rukun Tetangga (RT) tersebar di 4 Padukuhan :<br \/>a. Padukuhan Bulus Kidul, terdiri dari 4 RT<br \/>b. Padukuhan Bulus lor, terdiri dari 4 RT<br \/>c. Padukuhan Kembangan, terdiri 4 RT<br \/>d. Padukuhan Samberembe, terdiri dari 4 RT<\/p>\n<p>2. Wilayah kluster II<br \/>Terdiri atas 17 Rukun Tetangga (RT) tersebar di 4 Padukuhan:<br \/>a. Padukuhan Pakisaji, terdiri dari 4 RT<br \/>b. Padukuhan Pagerjurang, terdiri dari 4 RT<br \/>c. Padukuhan Baratan, terdiri dari 4 RT<br \/>d. Padukuhan Nepen, terdiri dari&nbsp; 5 RT<\/p>\n<p>3. Wilayah kluster III<br \/>Terdiri dari 20 Rukun Tetangga tersebar di 4 Padukuhan:<br \/>a. Padukuhan Kumendung, terdiri dari 4 RT<br \/>b. Padukuhan Cemoroharjo, terdiri dari 7 RT<br \/>c. Padukuhan Kemput, terdiri dari 4 RT<br \/>d. Padukuhan Potrowangsan, terdiri dari 5 RT<\/p>\n<p><strong>1.2 Kondisi Sumberdaya&nbsp;Kalurahan<\/strong><\/p>\n<p>Penggunaan lahan terluas di&nbsp;Kalurahan Candibinangun adalah sektor pertanian sehingga sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani atau buruh tani. &nbsp;Lahan pertanian yang ada di&nbsp;Kalurahan Candibinangun meliputi tanaman padi, jagung, cabe, dan sayur &ndash; mayur. Sektor pertanian berperan cukup besar dalam pembangunan daerah&nbsp;Kalurahan Candibinangun, baik peran langsung terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sleman, penyediaan lapangan kerja, sumber pendapatan masyarakat, dan penciptaan ketahanan pangan, maupun peran tidak langsung melalui penciptaan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan dan hubungan sinergis dengan subsektor dan sektor lain.<\/p>\n<p>Kalurahan&nbsp;Candibinangun mempunyai potensi obyek wisata Pertanian, Peternakan, dan kuliner.&nbsp;Kalurahan Candibinangun juga memiliki potensi di sektor perikanan, perternakan, kehutanan, pertambangan, serta perdagangan\/jasa yang tersebar di wilayah-wilayah tertentu.&nbsp;Kalurahan Candibinangun memiliki sumber daya alam yang melimpah untuk bahan galian golongan C karena&nbsp;Kalurahan ini dilalui Sungai Boyong yang menjadi saluran lahar dingin dari gunung Merapi sehingga potensi akan pasir dan batu kerikil sangat melimpah di daerah sungai dan sekitarnya. Adapun lahan yang digunakan untuk untuk areal pertambangan pasir adalah seluas 9,7 ha dan areal pertambangan batu\/kerikil seluas 9,7 ha.&nbsp; &nbsp;<\/p>\n<p><strong>1.3<\/strong>&nbsp;<strong>Karakteristik Desa<\/strong><\/p>\n<p>Perspektif budaya masyarakat di&nbsp;Kalurahan Candibinangun masih sangat kental dengan budaya Jawa. Hal ini dapat dimengerti karena hampir semua&nbsp;Kalurahan di Kabupaten Sleman masih kuat terpengaruh dengan adanya pusat kebudayaan Jawa yang tercermin dari keberadaan Keraton Kasultanan maupun Pakualaman yang ada di Yogyakarta. Dari latar belakang budaya, kita bisa melihat aspek budaya dan sosial yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Di dalam hubungannya dengan agama yang dianut misalnya, Islam sebagai agama mayoritas dianut masyarakat, dalam menjalankannya sangat kental dengan tradisi budaya Jawa seperti kenduri\/kondangan yang sering dilaksanakan untuk memperingati hari-hari besar Islam maupun peringatan-peringatan lainnya.<\/p>\n<p><strong>1.4 Kondisi Ekonomi<\/strong><br \/>1.4.1 Struktur ekonomi<br \/>Struktur perekonomian&nbsp;Kalurahan Candibinangun terbagi menjadi beberapa sektor. Sektor utama adalah sektor pertanian termasuk di dalamnya perikanan dan peternakan. Budidaya ikan lele merupakan hasil perikanan terbesar, walaupun budidaya ikan lele kurang terkenal di wilayah Yogyakarta sehingga Kelompok Tani Ikan yang berlokasi di Padukuhan Sumberan ketika musim kemarau permintaan bibit. Sektor peternakan terdiri dari peternakan sapi perah, sapi potong, kambing, domba, bebek\/itik\/Puyuh, ayam, dan burung. Potensi sektor kehutanan&nbsp;Kalurahan Candibinangun adalah pada jenis tanaman kayu jati, dengan luas hutan 0,5 ha. Sedangkan untuk sektor pertambangan pada&nbsp;Kalurahan Candibinangun terdapat pertambangan pasir dan batu kali, yang luasnya masing-masing adalah seluas 5 ha (Data Monografi Desa Candibinangun2014).<\/p>\n<p>1.4.2 Lembaga-lembaga perekonomian&nbsp;Kalurahan<br \/>Kegiatan perekonomian yang terdapat di&nbsp;Kalurahan Candibinangun di antaranya, kelompok simpan pinjam sebanyak 53 buah dengan keanggotaan mencapai ratusan orang. Selain itu, terdapat berbagai macam usaha kelontong yang sebagian besar berlokasi menyebar di Dusun-dusun.&nbsp; Terdapat juga kelompok tani ikan yang berlokasi di Dusun Sumberan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Desa Candibinangun merupakan salah satu&nbsp;Kalurahan yang berada di Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. 1. Kondisi Fisik&nbsp;Desa 1.1 Letak Wilayah Desa Peta Admistrasi Kalurahan Candibinangun Wilayah&nbsp;Kalurahan Candibinangun secara geografis berada di koordinat&nbsp; 07O36&rsquo;21.1&rdquo;LS &ndash; 07O40&rsquo;42.7&rdquo;LS dan 110O28&rsquo;51.4&rdquo;BT &ndash; 110O29&rsquo;27.7&rdquo;BT.&nbsp;Kalurahan Candibinangun memiliki lahan seluas 636 Ha yang diperuntukan sebagai bangunan umum, jalan, sawah dan ladang, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":80,"featured_media":115,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-111","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/candibinangunsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/candibinangunsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/candibinangunsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/candibinangunsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/80"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/candibinangunsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/candibinangunsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/candibinangunsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media\/115"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/candibinangunsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/candibinangunsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/candibinangunsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}