Gamparan merupakan permainan tradisional anak-anak yang menggunakan alat batu sebagai sarana permainannya. Permainan ini dilakukan secara berpasangan atau berkelompok, sehingga pemain harus berjumlah genap, biasanya dimainkan oleh anak laki-laki yang rata-rata berusia 10 sampai 14 tahun. Mereka terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang mentas (main dahulu), dan kelompok dadi atau nggasang. Permainan ini dimainkan di halaman terbuka yang cukup datar dan rata, dapat di tanah yang masih alami atau yang sudah diperkeras dengan luas kira-kira 3×6 m. Jenis batu yang digunakan ada dua macam, batu kecil sebagai alat pelempar (gacok) dan batu yang agak besar sebagai sasarannya (gasangan).

Cara bermain gamparan dilakukan dengan beberapa tahap untuk mencapai suatu kemenangan.
• Misal pemain terdiri dari A,B,C dan D telah membawa peralatannya yang berupa batu sebagai gacuk dan gasangan,
• Kemudian mereka membuat garis batas gasangan dan garis batas melempar batu (saku) dan kurang lebih 15 langkah kaki (6m), serta garis batasa nggampar 2 m dari garis batas gasangan.
• Untuk menentukan siap yang main duluan dengan cara diundi (hom pim pa, ping su) untuk setiap pasangan pemain, yang kalah dalam undian bertindak sebagai penjaga batu gasangan (nggasang).