Profil

Kalurahan Candibinangun merupakan salah satu Kalurahan yang berada di Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

1. Kondisi Fisik Kalurahan

1.1 Letak Wilayah Kalurahan

Peta

Peta Admistrasi Kalurahan Candibinangun

Wilayah Kalurahan Candibinangun secara geografis berada di koordinat  07O36’21.1”LS – 07O40’42.7”LS dan 110O28’51.4”BT – 110O29’27.7”BT. Secara umum keadaan topografi Kalurahan Candibinangun adalah daerah dataran Tinggi di bawah lereng Gunung Merapi dengan suhu rata-rata 20 s/d 30oC. Luas wilayah Kalurahan Candibinangun sekitar 636 Ha yang membentang dari Utara ke Selatan dengan diapit 2 (dua) buah sungai yaitu disisi barat adalah sungai Boyong dan sebelah Timur sungai Trasi. Pada umumnya penduduk Kalurahan Candibinangun bekerja pada sektor pertanian.

Kalurahan Candibinangun berbatasan dengan beberapa kalurahan yang ada di Kapanewon Pakem dan Kapanewon Ngaglik, yaitu :

  • Sebelah Timur             : Kalurahan Harjobinangun
  • Sebelah Utara              : Kalurahan Hargobinangun
  • Sebelah Barat              : Kalurahan Purwobinangun       
  • Sebelah Selatan : Kalurahan Sardoniharjo, Ngaglik

Jarak Kalurahan Candibinangun ke pusat pusat Pemerintahan Kapanewon Pakem sekitar 2 Km

1.2 Pembagian Wilayah Kalurahan

Pemerintah Kalurahan Candibinangun terdiri atas 12 padukuhan dengan jumlah dusun sebanyak 24. Ada beberapa padukuhan yang membawahi beberapa dusun. Kalurahan Candibinangun terdiri atas 53 RT dan 25 RW.
Keempat wilayah kluster tersebut, meliputi:

NoNama PadukuhanNama DusunJumlah RTJumlah RW
1Bulus Kidul1. Bulus Kidul
2. Bulus Tempel
3. Ketulan
42
2Bulus Lor1. Bulus Lor42
3Kembangan1. Kembangan42
4Samberembe1. Samberembe
2. Pelem
42
5Pakisaji1. Pakisaji
2. Candirejo
42
6Pagerjurang1. Pagerjurang
2. Magersari
42
7Baratan1. Baratan42
8Nepen1. Nepen
2. Magerjo
52
9Kumendung1. Kumendung
2. Kalireso
42
10Cemoroharjo1. Cemoroharjo
2. Gunungsari
3. Maknorejo
4. Tapansari
73
11Kemput1. Kemput
2. Kuweron
42
12Potrowangsan1. Potrowangsan
2. Sumberan
52
JUMLAH5325

1.2 Kondisi Sumberdaya Kalurahan

Penggunaan lahan terluas di Kalurahan Candibinangun adalah sektor pertanian sehingga sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani atau buruh tani.  Lahan pertanian yang ada di Kalurahan Candibinangun meliputi tanaman padi, jagung, cabe, dan sayur – mayur. Sektor pertanian berperan cukup besar dalam pembangunan daerah Kalurahan Candibinangun, baik peran langsung terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sleman, penyediaan lapangan kerja, sumber pendapatan masyarakat, dan penciptaan ketahanan pangan, maupun peran tidak langsung melalui penciptaan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan dan hubungan sinergis dengan subsektor dan sektor lain.

Kalurahan Candibinangun mempunyai potensi obyek wisata Pertanian, Peternakan, dan kuliner. Kalurahan Candibinangun juga memiliki potensi di sektor perikanan, perternakan, kehutanan, pertambangan, serta perdagangan/jasa yang tersebar di wilayah-wilayah tertentu. Kalurahan Candibinangun memiliki sumber daya alam yang melimpah untuk bahan galian golongan C karena Kalurahan ini dilalui Sungai Boyong yang menjadi saluran lahar dingin dari gunung Merapi sehingga potensi akan pasir dan batu kerikil sangat melimpah di daerah sungai dan sekitarnya. Adapun lahan yang digunakan untuk untuk areal pertambangan pasir adalah seluas 9,7 ha dan areal pertambangan batu/kerikil seluas 9,7 ha.   

1.3 Karakteristik Desa

Perspektif budaya masyarakat di Kalurahan Candibinangun masih sangat kental dengan budaya Jawa. Hal ini dapat dimengerti karena hampir semua Kalurahan di Kabupaten Sleman masih kuat terpengaruh dengan adanya pusat kebudayaan Jawa yang tercermin dari keberadaan Keraton Kasultanan maupun Pakualaman yang ada di Yogyakarta. Dari latar belakang budaya, kita bisa melihat aspek budaya dan sosial yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Di dalam hubungannya dengan agama yang dianut misalnya, Islam sebagai agama mayoritas dianut masyarakat, dalam menjalankannya sangat kental dengan tradisi budaya Jawa seperti kenduri/kondangan yang sering dilaksanakan untuk memperingati hari-hari besar Islam maupun peringatan-peringatan lainnya.

1.4 Kondisi Ekonomi
Struktur perekonomian Kalurahan Candibinangun terbagi menjadi beberapa sektor. Sektor utama adalah sektor pertanian termasuk di dalamnya peternakan dan perikanan. Masyarakat banyak yang bertani padi dan palawija. Di sektor perikanan budidaya ikan bawal, lele dan nila masih menjadi primadona di Kalurahan Candibinangun, selain mudah dalam pemeliharaannya juga karena didukung sumber air yang masih cukup melimpah. Masyarakat banyak yang memanfaatkan budidaya ikan lele, bawal dan nila dengan dengan memanfaatkan lahan pertanian dan pekarangan rumah. Sistem mina padi juga masih dikembangkan oleh masyarakat candibinangun dengan menebarkan bibit ikan nila.

Sektor peternakan terdiri dari ayam potong dan ayam petelur merupakan hewan ternak besar yang paling banyak di wilayah Candibinangun. Hal ini disebabkan karena sangat menjanjikan dari segi harga dengan sistem kemitraan. Untuk ayam kampung hampir di setiap keluarga mempunyai ayam karena harga ayam yang terjangkau dan pemeliharanya lebih mudah dan murah.